Tampilkan posting dengan label sahabat. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label sahabat. Tampilkan semua posting

2017/01/01

Kisah Sahabat Nabi Abu Mihjan Ats-Tsaqafiy Ra

Sang Pemabuk Yang Merindukan Syahid

Kisah Sahabat Nabi Abu Mihjan Ats-Tsaqafiy Ra
Kisah Sahabat Nabi Abu Mihjan Ats-Tsaqafiy Ra - Manusia bukan lah malaikat yang tak bisa lepas dari dosa namun manusia bukan pula iblis yang selalu melakukan kesalahan atau dosa , sejati manusia  siapa pun dia memiliki kesalahan, maka itulah sebaik-baik manusia yang membuat kesalahan adalah yang mau bertaubat kembali ke jalan Nya

Sahabat Muslim mungkin ada di antara kita yang ingin berbuat kebaikan bahkan ingin berjihad di jalan Allah swt tetapi merasa belum pantas karena merasa diri penuh dengan dosa, oleh sebab itu mungkin Kisah Sahabat Nabi yang satau  ini akan menjawab setiap keraguan kita untuk berbuat baik atau pun berjihad di jalan Allah Swt

 Abu Mihjan -radhiyallahu 'anhu-, dia adalah seorang sahabat Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam.Beliau merupakan sahabat yang mempunyai kebiasan yang tidak baik yaitu minum khamr. Akibat kebiasaannya meminum khamr ini, ia terkena hukuman cambukan Bahkan Ibnu Jarir menyebutkan Abu Mihjan tujuh kali dihukum cambuk. namun walaupun dia seorang pemabuk dia adalah seorang laki-laki yang sangat mencintai jihad, perindu syahid, dan hatinya gelisah jika tidak andil dalam aksi-aksi jihad para sahabat nabi Radhiallahu ‘Anhum.
Hingga pada sewaktu ketika terjadi perang Al Qadisiyah yang dipimpin oleh Sa’ad bin Abi Waqash Radhiallahu ‘Anhu melawan Persia, pada masa pemerintahan Khalifah Umar Radhiallahu ‘Anhu. Abu Mihjan ikut andil di dalamnya, dia tampil gagah berani bahkan termasuk yang paling bersemangat dan banyak membunuh musuh. Tetapi, saat itu dia dikalahkan keinginannya untuk meminum khamr, akhirnya dia pun meminumnya.dan itu di ketahui oleh orang dan di laporkan ke Sa’ad bin Abi Waqash Maka, Sa’ad bin Abi Waqash menghukumnya dengan memenjarakannya serta melarangnya untuk ikut jihad.

Di dalam jeruji penjara, dia merasa gelisah dan sangat sedih karena tidak bisa bersama para mujahidin untuk berperang .ia mendengar suara-suara pedang dan tombak beradu, dan ringkikan kuda, ia mengetahui bahwa perang jihad sedang berlangsung, dan terbukalah pintu-pintu surga. Beliau ingin sekali pergi berjihad.

Hal ini diketahui oleh istri Sa’ad bin Abi Waqash yang bernama Salma, dia sangat iba melihat penderitaan Abu Mihjan, menderita karena tidak dapat ikut berjihad, menderita karena tidak bisa berbuat untuk agamanya! Maka, tanpa sepengetahuan Sa’ad -yang saat itu sedang sakit, dan dia memimpin pasukan melalui pembaringannya, serta mengatur strategi di atasnya- Beliau membebaskan Abu Mihjan untuk dapat bergabung dengan para mujahidin. Abu Mihjan meminta kepada Salma kudanya Sa’ad yaitu Balqa dan juga senjatanya. Beliau berjanji, jika masih hidup akan mengembalikan kuda dan senjata itu, dan kembali pula ke penjara. Sebaliknya jika wafat memang itulah yang dia cita-citakan. yaitu mati sebagai syuhada

Abu Mihjan berangkat ke medan tempur dengan wajah tertutup kain sehingga tidak seorang pun yang mengenalnya. Dia masuk turun ke medan jihad dengan gesit dan gagah berani. Sehingga Sa’ad memperhatikannya dari kamar tempatnya berbaring karena sakit dan dia takjub kepadanya, dan mengatakan: “Seandainya aku tidak tahu bahwa Abu Mihjan ada di penjara, maka aku katakan orang itu pastilah Abu Mihjan. Seandainya aku tidak tahu di mana pula si Balqa, maka aku katakan kuda itu adalah Balqa.”
Sa’ad bin Abi Waqash bertanya kepada istrinya, dan istrinya menceritakan apa yang terjadi sebenarnya pada Abu Mihjan, sehingga lahirlah rasa iba dari Sa’ad kepada Abu Mihjan.
Perang usai, dan kaum muslimin menang gilang gemilang. Abi Mihjan kembali ke penjara, dan dia sendiri yang memborgol kakinya, sebagaimana janjinya. Sa’ad bin Waqash Radhiallahu ‘Anhu mendatanginya dan membuka borgol tersebut, lalu berkata


لا نجلدك على خمر أبدا فقال: وأنا والله لا أشربها أبدا

Kami tidak akan mencambukmu karena khamr selamanya. Abu Mihjan menjawab: “Dan Aku, Demi Allah, tidak akan lagi meminum khamr selamanya!

 Dan sejak itu kebiasan minum khamarnya beliau tingalkan selamanya

Sahabat muslim Sangat sulit bagi kita untukn menyamai sahabat Nabi seperti Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali dan para sahabat nabi yang mulia, Radhiallahu ‘Anhum. Tetapi, paling tidak kita masih bisa seperti Abu Mihjan, walau dia pelaku maksiat namun masih memiliki ghirah kepada perjuangan agamanya, dannamanya dalam tertulis dalam deretan nama-nama pahlawan Islam. Semoga Allah Ta’ala memasukkan kita ke dalam deretan para pejuang agama-Nya, mengikhlaskan, dan memberikan karunia syahadah kepada kita. Amin.

Wallahu A’lam.


2016/08/03

Kisah Bilal Bin Rabah Sang Muadzin Rasullulah Saw

Kisah Bilal Bin Rabah Sang Muadzin

Ksah Bilal Bin Rabah - adalah sebuah kisah sahabat Nabi yang menggambarkan akan persamaan hak dan kewajiban sebagai manusia, dalam kisah Bilal Bin Rabah seolah islam ingin mengatakan secara fakta bahwa islam tak mengenal ras kulit golongan atau pun Negara yang pada hakikat nya bahwa setiap manusia sama di mata Tuhan Nya yang membedakan manusia dengan manusia lainnya hanya lah taqwa semata  seperti yang tercantum dalam Al-Quranul karim yang artinya
 “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Q.S. Al-Hujurat [49] : 13).
Asbabun Nujul turunya ayat ini menurut Ibnu al-Mundzir dan Ibnu Abi Hatim berhubungan dengan salah satu peristiwa pada waktu Pembebasan Kota Mekkah (Fathu Makkah).yaitu saat  Rasulullah ﷺ menyuruh Bilal bin Rabbah naik ke atas Ka‘bah dan mengumandangkan adzan. Sebagian orang berkata, “Budak hitam inikah yang adzan di atas punggung Ka‘bah?” Yang lain berkata, “Jika Allah membencinya, tentu akan menggantinya.” Dengan adanya  pandangan masyarakat waktu itu, lalu turunlah ayat ini.

Kehidupan Bilal Sebelum dan Sesudah Masuk Islam

Bilal Bin Rabah adalah seorang budak berkulit hitam yang lahir kurang lebih 43 tahun sebelum penanggalan tahun hijriyah beliau lahir dari ibu bernama Hamamah seorang budak berkulit hitam sementara ayah nya bernama Rabah 
Bilal memang bukan siapa - siapa lahir dari kalangan paling bawah bahkan dia seorang budak di mana derajat seorang budak belian layaknya barang yang bisa di perjual belikan dari satu orang ke orang lain sekehendak pemilik tuannya ,  namun siapa di sangka orang yang di anggap paling hina waktu itu adalah orang yang kelak akan menjadi seorang yang di percaya menjadi Muadzun pertama  Rasulullah ﷺ dan menorehkan tinta emas dalam sejarah perjuangan islam yang mana namanya di kenang sampai sekarang lebih dari 1400 tahun yang lalu semua itu tidak lebih dari percikan cahaya Allah yang tertanam di hati  Bilal Bin Rabah saat dia memeluk islam di mana saat itu hanya segelintir orang yang meyakini akan agama Allah Dinul islam yang di bawa oleh  Rasulullah ﷺ
Dalam kehidupan keseharian nya layaknya seorang budak bilal pun selalu melayani tuannya seorang bekerja keras, sosok bilal di gambarkan seperti berperawakan tinggi agak kurus dengan rambut lebat serta berkulit hitam seperti kulit kebanyakan orang Ethiopia tempat kelahiran Bilal
Sebelum masuk islam Bilal sering mendengar cerita Nabi Muhammad  ﷺ dari mulut ke mulut bahkan dari perbicangan Majikan nya yang sering mengobrol bersama teman teman nya  yang juga termasuk orang yang menentang penyebaran agama islam yang di bawa Nabi namun dari banyak obrolan tuannya yang sering  menjelek jelekan nabi namun di atas perbincangan nya mereka juga sering mengakui akan sifat Nabi Muhammad ﷺ, yang selalu menepati janji, berakhlak baik jujur dan amanah,  bukan ahli sihir, bukan orang gila, dan terakahir beliau juga mendengar pembicaraan mereka tentang sebab-sebab permusuhan mereka terhadap  Rasulullah ﷺ
Maka Bilal-pun pergi menghadap  Rasulullah ﷺ untuk mengikrarkan diri masuk Islam dan menjadi bagian dari islam , Namun tak lama berselang ke islaman bilal pun di ketahui orang dan juga majikan nya maka selayaknya orang lemah kala itu apalagi bilal hanya seorang budak maka tak ayal bilal pun menjadi sasaran penyiksaan para pemuka Quraise serta majikannya yaitu Umayyah bin Khalaf dan siksaan bilal sangat lah berat bahkan termasuk yang terberat Bilal di cambuk dan di pukul  bukan hanya itu bilal pun di lentangkan dalam batu  yang panas di terik matahari tanpa pakaian  di padang pasir dan di saat penyiksaan itu bilal di suruh kembali ke dalam agama lamanya untuk menyembah berhala namun bilal hanya berkata Ahad ,aha, ahad ( esa ,esa) maka umayah berseta pemuka Quraise yang lainnya semakin geram dan menyiksanya tanpa kenal ampun namun yang di katakan Bila bin Rabbah tetaplah sama Ahad Ahad ( Allah maha Esa )
Di saat berlangsungnya penyiksaan terhadap Bila bin Rabbah suatu hari Abu Bakar Ash Sidiq Ra kebetulan lewat maka Abu bakar pun merasa kasihan dan bermaksud membeli Bilal dari Umayyah bin Khalaf. Lalu Umayyah pun meninggikan harganya karena ia menduga bahwa Abu Bakar tidak akan mampu untuk membayarnya.

Namun Abu Bakar mampu membayarnya dengan 9 awqiyah dari emas atau setara dengan 150 juta untuk ukuran sekarang. Umayyah berkata kepada Abu Bakar setelah perjanjian jual-beli ini usai: “Kalau engkau tidak mau mengambil Bilal kecuali dengan 1 awqiyah emas saja, pasti sudah aku jual juga.” Kemudian Abu Bakar menjawab: “Jika engkau tidak mau menjualnya kecuali dengan 100 awqiyah, pasti aku akan tetap membelinya!”
setelah di beli oleh Abu Bakar Ra bilal pun menjadi manusia merdeka sehingga membuat bilal semakin khusus dalam beribadah dan semakin rajin menuntut ilmu kepada rosul , ketika datang perinytah hijrah untuk kaum muslimin maka bilal pun ikut hijrah bersama para sahabat yang lainnya yang telah memeluk islam ,  Dia mengabdikan diri sepanjang hidupnya kepada Rasulullah ﷺ untuk ikut berjuang menyebarkan islam sehingga Bilal pun ikut berperang dalam setiap peperangan kala itu  beserta sahabat yang lainnya
Ketika Rasulullah Saw selesai membangun Masjid Nabawi di Madinah dan menetapkan adzan, maka Bilal bin Rabah ditunjuk sebagai orang pertama yang mengumandangkan adzan  walau agak sedikit kaget namun akhirnya dengan hati senang bilal pun mengikutu perintah Nabi untuk menjadi muadzun dan Bilal pun menjadi Muadzin tetap pada masa Rasulullah ﷺ. Suaranya yang begitu merdu sangat menggetarkan hati siapa pun yang mendengarnya. Rasulullah ﷺ sangat menyukai suara Bilal. Biasanya, setelah mengumandangkan adzan, Bilal berdiri di depan pintu rumah Rasulullah Saw seraya berseru, “Hayya ‘alashsholaati hayya ‘alashsholaati…(Mari melaksanakan shalat, mari meraih keuntungan….)” Lalu, ketika Rasulullah Saw keluar dari rumah dan Bilal melihat beliau, Bilal segera melantunkan iqamat.
Ketika terjadi  penaklukan kota Mekah, Bilal berada di samping beliau. Saat Rasulullah Saw memasuki Ka’bah, Beliau hanya didampingi oleh 3 orang saja, mereka adalah: Utsman bin Thalhah sang pemegang kunci Ka’bah, Usamah bin Zaid orang kesayangan Rasulullah dan anak dari orang kesayangan Beliau Zaid bin Haristah, serta Bilal bin Rabah sang muadzin Rasulullah Saw. Kemudian Rasulullah Saw menyuruh Bilal untuk naik di atas ka’bah dan menyerukan kalimat tauhid. Bilal menyerukan adzan dengan suara yang keras dan menggetarkan hati setiap orang yang mendengarnya. Ribuan  manusia melihat ke arah Bilal. Ribuan lisan manusia yang mengikuti ucapan Bilal dengan hati yang khusyuk. yah orang yang di anggap hina di masyarakat  Arab kala itu kini berdiri bahkan di atas ka'bah sementara banyak di antara mereka dulunya orang yang menghina Bilal bahkan diantara mereka terdapat pula orang yang ikut menyiksa di antara mereka itu juga ada yang berkata
Al-Harits bin Hisyam berkata, "Sungguh malang nasibku, mengapa aku tidak mati saja sebelum melihat Bilal naik ke atas Ka'bah."

Al-Hakam bin Abu al-'Ash berkata, "Demi Allah, ini musibah yang sangat besar. Seorang budak bani Jumah bersuara di atas bangunan ini (Ka'bah).

itulah kisah singkat tentang Kisah Bilal Bin Rabah sang muadzinRasulullah  ﷺ yang mana suara langkah sandalnya telah di dengar oleh Rasulullah ﷺ di surga sebagai pertanda beliau adalah orang yang di jamin masuk surga
Wallahu a'lam bi-alshawab


2016/07/24

Kisah Abu Bakar Ash Siddiq

Kisah Abu Bakar As Siddiq
Dari sekian banyak sahabat Nabi Muhammad ﷺ tak ada yang melebihi kedekatan dari antara sahabat selain Abu Bakar Ash-Siddiq  beliaulah orang yang paling di kasihi Rasulullah ﷺ di karena kan begitu besar pengorbanan beliau terhadap perjuangan Nabi dalam menyebarkan islam terutama di awal kenabian nya , di mana saat awal kenabian banyak orang yang tidak mempercayai ajaran yang di bawa Rasulullah  ﷺ bahkan banyak di antara mereka yang justru memperolok olok kan dan mencemoohkannya namun dalam situasi seperti itu justru Abu Bakar lah yang meyakini kenabian Nabi Muhamad ﷺ dan masuk islam di antara sahabat tanpa sedikit pun keraguan akan kenabian serta ajaran yang di bawa  Rasulullah ﷺ , begitu juga saat peristiwa  Isra’ Mi’raj Abu Bakar As-Siddiq tanpa ragu sedikit pun meyakini peristiwa yang luar biasa itu sehingga abu bakar oleh Nabi  di beri gelar As-Siddiq ( yang berkata benar ) seperti yang tercantum dalam salah satu hadis berikut ini

Kisah Abu Bakar As Siddiq

Kehidupan Awal Abu Bakar sebelum masuk islam

Semasa hidupnya jauh sebelum Nabi Muhammad ﷺ diangkat menjadi Nabi Abu Bakar tak pernah menyembah berhala seperti layaknya kehidupan kaum Quraisy waktu itu Abu Bakar pun tidak minum khamr ( minuman yang memabukan ) maupun main perempuan sebagai budaya jahiliyah yang di anut masyarakat jajirah Arab kebanyakan waktu itu .
Abu Bakar  memiliki Sifat yang dermawan peduli terhadap sesama cerdas dan selalu berpikir tenang walau memiliki pribadi yang lembut namun bisa berubah garang tat kala di hadapkan pada kedzaliman seperti yang pernah beliau lakukan saat beliau menjadi Khalifah memerangi orang murtad dan orang yang tak membayar zakat
Abu Bakar ash-Shiddiq (lahir: 572 - wafat: 23 Agustus 634/21 Jumadil Akhir 13 H) Lahir dengan nama Abdullah bin Abi Quhafah lahir di Mekah sementara Nama lengkapnya adalah 'Abdullah bin 'Utsman bin Amir bi Amru bin Ka'ab bin Sa'ad bin Tayyim bin Murrah bin Ka'ab bin Lu'ay bin Ghalib bin Quraisy. Bertemu nasabnya dengan nabi pada kakeknya Murrah bin Ka'ab bin Lu'ai, dan ibu dari Abu Bakar adalah Ummu al-Khair Salma binti Shakhr bin Amir bin Ka'ab bin Sa'ad bin Taim yang berarti ayah dan ibunya sama-sama dari kabilah Bani Taim.


Kisah kedermawanan Abu Bakar ash-Shiddiq


Abu Bakar as Shiddiq Ra terkenal dengan kedermawanan nya sejarah banyak mencatat tentang kedermawanan nya salah satunya yang paling terkenal tentang kedermawanan beliau tatkala membebaskan seorang budak bernama Bilal yang pada akhirnya menjadi sang muadzin Rasul bilal di beli dengan harga yang cukup tinggi di saat bilal berada dalam siksaan tuannya di karena kan  bilal masuk ke dalam islam dan menjadi pengikut Nabi .bukan hanya itu untuk membuktikan kedermawanan beliau pernah suatu hari saat nabi menyuruh para sahabat nya untuk bersedekah lalu beliau pun menyedekahkan hampir seluruh hartanya
kedermawanan nya memang tiada tara sampai sampai sayidina Umar Ra saja menjadi cemburu karena nya dan ini pun tercatat dalam hadist yang langsung di ceritakan oleh Sayidina Umar Ra sendiri

Abu Dawud dan Tirmizi meriwayatkan dari Umar bin Khattab, dia berkata : “RasulullahShallallahu ‘Alaihi Wasallam menyuruh kami untuk mengeluarkan sedekah. Kebetulan saat itu saya sedang memiliki harta”, lalu saya katakan; “Hari ini saya akan mengalahkan Abu Bakar ”. Saya datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam untuk menginfakkan separuh dari harta milik saya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bertanya kepada saya, “Lalu apa yang kamu sisakan untuk keluargamu ?”. Saya katakan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bahwa saya meningglakan seperti apa yang saya infakkan.

 Kemudian Abu Bakar datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan menanyakan kepadanya, “Lalu apa yang kamu sisakan untuk keluargamu ?”. Saya menyisakan untuk mereka Allah dan Rasulullah”. Saya berkata setelah itu bahwa saya tidak mungkin dapat mengalahkannya dalam segala hal, untuk selamanya.
(Imam Tirmidzi berkata : “Hadits ini Hasan Shahih)

Begitulah gambaran tentang kedermawanan Abu Bakar As-Siddiq Ra sebenarnya masih banyak hadis yang lain menceritakan betapa hebatnya beliau dalam berinfaq dan bersedekah di jalan Allah Swt
jasa jasa Abu Bakar As-Siddiq Ra

Jasa jasa  Abu Bakar As Siddiq dalam menegakan agama Allah sangat banyak mungkin hanya beberapa hadist saja yang mencatat jasa jasanya adapun jasa jasa beliau yang banyak di ketahui orang ialah
  1. Beliau pernah bersedekah hampir seluruh hartanya untuk perjuangan Islam bersama Nabi Muhammad ﷺ
  2. Beliau lah yang menemani hijrah Nabi Muhammad ﷺ ke madinah 
  3. Menjadi khalifah pertama setelah wafat nya Nabi Muhammad ﷺ
  4. Abu Bakar Ra pernah membebaskan 70 orang yang disiksa orang kafir karena alasan masuk islam. Di antara mereka adalah Bilal bin Rabbaah, ‘Amir bin Fahirah, Zunairah, Al Hindiyyah dan lain lain
  5.  memerangi orang orang yang murtad dan di masa kekhalifahan nya nabi palsu bersama Musailamah Al Kadzab dibunuh
  6. Di saat banyak para penghapal Al Qur’an yang wafat beliau memerintahkan Zaid bin Tsabit untuk mengumpulkan lembaran lembaran Al Qur’an baik berupa kulit tulang dls
  7. Beliaulah orang yang pertama masuk islam di kalangan sahabat atau as sabiquunal awwalun
 Wafatnya Abu Bakar
 Abu Bakar wafat pada tanggal 23 Agustus 634 di Madinah. Beliau di makamkan di samping makam Rasullullah Saw. Selanjutnya posisi khalifah digantikan oleh Umar bin Khatab. ra



2016/07/02

Kisah Hamzah bin Abdul Muthalib

Kisah Hamzah bin Abdul Muthalib Sang ( Singa Allah)

Kisah Hamzah bin Abdul Muthalib
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Paman Nabi yang satu ini di kenal luas di tanah arab  sebagai pemuda cerdas gagah dan juga pemberani dialah Kisah Hamzah bin Abdul Muthalib kehebatan nya bermain pedang dan berkuda di kenal luas di masyarakat Quraisy bahkan di suku  suku sekitar Mekah di jajirah arab yang terdekat salah satu kebiasaan Hamzah bin Abdul Muththalib ialah ia suka menyendiri di padang pasir sambil berburu,  pernah satu kejadian saat berburu dia bertemu dengan orang jahat yang ingin merampas hartanya para perampok itu sambil mendekati Hamzah  berteriak untuk memberikan harta kepada nya  namun Hamzah yang pemberani tak gentar mengahadapi nya walau seorang diri berapa pun jumlah lawannya maka saat dia menghunus kan pedangnya sambil berkata  rasakan pedangnya Hamzah  maka saat itu pula orang yang hendak merampoknya justru lari terbirit birit karena dia baru tahu yang di depannya ternyata Hamzah bin Abdul Muththalib
Nama Hamzah semakin bersinar tat kala  saat berburu dia berhasil membunuh seekor singa dan di kulitinya  dan diletakan di plana kuda lalu di bawanya  ke Mekah saat itu namanya semakin harum sebagai lelaki yang kuat dan pemberani hingga  banyak orang menggelarinya sang pemburu singa
Saat kecil Hamzah mengenal betul akan pribadi keponakan nya itu di karenakan usianya yang tak jauh dari usia Nabi hanya berpaut 2 tahun lebih tua Hamzah bahkan beliau adalah saudara sesusu dengan Nabi Muhammad Saw
Hamzah bin Abdul Muthalib selalu berusaha membela Nabi dari setiap orang yang mau menyakiti nya ,  oleh sebab itulah pada awal mula penyebaran islam orang orang tidak berani menyakiti Nabi Muhammad Saw bahkan saat ada orang ingin memeluk islam dari luar suku Quraisy beliau selalu mengawal nya hingga sampai ke Rumah Nabi  dengan selamat tanpa ada seorang pun yang berani menghalanginya  pada hal waktu itu Hamzah belum memeluk islam.
 Kisah keberanian Hamzah sekaligus bukti kecintaan nya kepada Nabi pernah di tunjukan kepada Abu Lahab di mana abu lahab adalah orang yang paling membenci Nabi karena ajaran islam nya.Abu lahab pernah mencaci Nabi Muhammad Saw bahkan menyakitinya dan kisah ini di dengar oleh Hamzah Bin Abdul Muthalib yang pada saat itu baru pulang berburu di padang pasir Hamzah langsung datang dengan kudanya serta masih lengkap dengan peralatan berburu nya menghampiri tempat berkumpul nya Abu lahab saat di lihatnya Abu lahab maka seketika itu pula beliau langsung turun dari kudanya dan dengan bujur panah nya di hantamkan ke kepala abu thalib berkali kali hingga berdarah sambil berkata "Mengapa kamu memaki dan mencederai Muhammad, padahal aku telah menganut agamanya dan meyakini apa yang dikatakannya? Sekarang, coba ulangi kembali makian dan cercaanmu itu kepadaku jika kamu berani!" bentak Hamzah kepada Abu Jahal.
Banyak orang orang yang menyaksikan kejadian itu begitu takjub dengan perkataan hamzah saat di mengatakan telah menjadi pengikut Muhammad
melihat perlakuan  Hamzah terhadap Abu lahab mereka tak terima maka beberapa orang dari Bani Makhzum bangkit untuk melawan Hamzah dan menolong Abu Jahal. Tetapi Abu Jahal melarang dan mencegahnya seraya berkata,"Biarkanlah Abu Umarah melampiaskan amarahnya kepadaku. Karena tadi pagi, aku telah memaki dan mencerca keponakan nya dengan kata-kata yang tidak pantas."

Kejadian inilah yang menjadi momen penting  masuk nya Hamzah memeluk  islam  Dia memeluk Islam pada tahun keenam kenabian, Ia Ikut Hijrah bersama Rasulullah dan sejak itu pula hidup nya dia baktikan untuk perjuangan islam kecerdasan keberanian nya dia tumpah kan sepenuh nya untuk perjuangan islam begitu saat terjadi peperangan beliau lah yang berada di garisan pertama pasukan islam Hingga nabi Muhammad Saw menjuluki nya  sebagai “Asadullah” (Singa Allah)  dan menamainya sebagai “Sayidus Syuhada”.

Sepenggal Kisah Keberanian  Hamzah Bin Abdul Muthalib Dalam perang Badar

Pasukan kaum muslimin yang pertama kali di kirim oleh Rasulullah S.A.W dalam perang Badar, di pimpin langsung oleh Sayyidina Hamzah, Si Singa Allah, dan Ali bin Abu Thalib menunjukkan keberaniannya yang luar biasa dalam mempertahankan kemuliaan agama islam, hingga akhirnya kaum muslimin berhasil memenangkan perang tersebut secara gilang gemilang.
Pada saat perang besar pertama dalam sejarah islam walaupun pernah terjadi kompik bersenjata dalam skala kecil namun perang badar adalah perang besar pertama dalam sejarah islam Perang ini terjadi pada 17 Maret 624 Masehi atau 17 Ramadan 2 Hijriah. Pasukan kaum Muslim yang berjumlah 313 relatip sedikit di bandingkan dengan pasukan Quraisy yang berjumlah 1.000 orang.atau 3 kali lebih banyak pasukan quraisy namun tidak sedikit pun menciutkan keberanian pasukan kaum muslim termasuk salah satu nya Hamzah
Dalam perang Badar al-Kubra, Hamzah adalah pejuang terdepan dalam mubârazah (perang tanding atau duel). Ali Radhiyallahu anhu berkata : “ Utbah bin rabî`ah maju, kemudian diikuti oleh anak laki-laki dan saudaranya. Ia berseru : “Siapa yang akan maju tanding?” kemudian beberapa pemuda Anshâr pun meladeninya. Utbah bertanya : “Siapa kalian?” Mereka pun memberitahukan diri mereka. Lalu Utbah berkata : “Kami tidak ada urusan dengan kalian, yang kami butuhkan hanyalah kaum kami.” Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata : “ Berdirilah wahai Hamzah, berdirilah wahai Ali, berdirilah wahai Ubadah bin al-Harits.” Kemudian Hamzah mendatangi Utbah, aku (Ali) mendatangi Syaibah, sedangkan Ubadah dan al-Walîd saling memukul 2 pukulan. Setelah kami (Ali dan Hamzah) mengalahkan musuh, lalu kami menuju al-Walîd dan membunuhnya. Kami membawa Ubâdah kembali ke pasukan kaum Muslimin.” Kisah ini menjelaskan bahwa Hamzah bin `Abdul Mutthalib ikut berduel dalam perang Badar.dan sekaligus menang dalam duel tersebut
masih banyak kisah lain dari kisah tentang keberanian seorang Hamzah Radhiyallahu anhu namun kisah tadi cukup meyakinkan kita tentang keberanian dan kehebatan beliau dalam membela serta memperjuangkan islam
Kisah Wafat nya Hamzah bin Abdul Muthalib
Hamzah wafat dan menjadi syahid pada perang Uhud oleh salah seorang budak bernama Wahsy budak Jubair bin Muth`im , dalam perang uhud Hamzah berperang laksana singa padang pasir yang sedang mengamuk setiap musuh yang di temui nya mati ber linangkan darah dari tusukan atau tebasan pedang hamzah sang singa Allah  beliau mengobrak abrik pasukan musuh dan tak dapat di hadang oleh siapa pun
Ibnu Atsir berkata dalam kitab ‘Usud al Ghabah”, Dalam perang Uhud, Hamzah berhasil membunuh 31 orang kafir Quraisy, sampai pada suatu saat beliau tergelincir sehingga ia terjatuh kebelakang dan tersingkaplah baju besinya, dan pada saat itu ia langsung ditombak dan dirobek perutnya . lalu hatinya dikeluarkan oleh Hindun kemudian dikunyahnya hati Hamzah tetapi tidak tertelan dan segera dimuntahkannya.

Hamzah bin Abdul Muthalib  wafat dan menjadi syuhada bukan karena  kalah dalam berduel atau saling berhadapan dengan musuh tetapi justru hamzah bisa di kalah kan dengan cara sembunyi sembunyi dengan cara di tombak dari belakang oleh seorang budak bernama Wahsy seorang ahli tombak bahkan kronologis kematian Hamzah wahsy sendiri pernah menceritakan nya setelah dia bertaubat
Maka aku (Wahsyi) berkata, “Aku pun berangkat bersama pasukan quraisy, dulu aku adalah seorang habsyi, aku mahir melempar tombak dengan cara lemparan orang-orang habasyah, jarang aku meleset jika melemparkannya.”

Maka ketika kedua pasukan telah bertempur, aku pergi untuk mencari Hamzah dan mengawasinya, hingga akhirnya aku melihatnya berada di tengah-tengah pasukan laksana unta abu-abu yang lincah, ia mengobrak-abrik pasukan quraisy, dan tidak dapat dihadang oleh apapun. Demi Allah, aku benar-benar telah bersiap melakukan apa yang aku inginkan darinya (yaitu menombaknya), aku bersembunyi dari pengelihatannya di balik sebuah pohon atau sebuah batu supaya ia mendekat ke arahku, tetapi aku didahului oleh Siba’ bin ‘Abduluzza, tatkala Hamzah melihat Siba’ maka ia berkata, “Mendekatlah padaku wahai anaknya tukang khitan wanita. (ibunya Siba’ adalah seorang tukang khitan)” Lalu Hamzah menyerang dan menebas Siba’.

Kemudian aku (Wahsyi) menggerakkan tombakku, ketika aku telah yakin akan mengenainya aku melemparkan tombakku ke arahnya, dan ia mengenai bagian bawah perutnya, hingga ia menembus keluar lewat selangkangannya, ia berjalan ke arahku tetapi ia tersungkur, aku meninggalkannya dan juga tombakku hingga akhirnya dia tewas, lalu aku mendatanginya lagi dan mengambil tombakku kemudian aku kembali ke tenda dan duduk di dalamnya, karena aku tidak punya kepentingan dengan orang lain, aku membunuhnya hanya karena ingin dimerdekakan, maka ketika aku tiba di makkah aku dimerdekakan.”
{Fathul Baari (VII/346).}
Kematian hamzah menimbulkan kesedihan teramat sangat bagi seluruh kaum muslimin terlebih bagi Rasullulah Saw karena beliau adalah pamannya yang selalu melindunginya dari perbuatan jahat orang lain dari sejak dia kecil hingga wafat nya apa lagi orang kafir dengan keji  telah merusak jasad dan merobek dada Sayyidina Hamzah dan mengambil hatinya. ,Rasulullah S.A.W mendekati jasad Sayyidina Hamzah bin Abdul Muthalib, Singa Allah, Seraya bersabda,

"Tak pernah aku menderita sebagaimana yang kurasakan saat ini. Dan tidak ada suasana apapun yang lebih menyakitkan diriku daripada suasana sekarang ini."

Kematian Hamzah membuat Rasulluah sedih sehingga Allah pun menghiburnya hingga turun nya ayat dalam Al Quran
Allah berfirman  ,” Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar. (Qs; an Nahl 126)

Ayat lain  yang berkenaan dengan wafatnya Hamzah bin Abdul Muththalib ialah yang di Riwayat kan oleh Ibnu Abbâs Radhiyallahu anhu berkata : “Ayat ini turun berkenaan dengan Hamzah Radhiyallahu anhu dan para Sahabatnya

Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ

Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang terbunuh di jalan Allah Azza wa Jalla mati, bahkan mereka hidup, di sisi Allah Azza wa Jalla mereka diberi rezeki [Ali Imrân/3:169]

.Setelah usai perang uhud Rasulullah S.A.W dan kaum muslimin mensalatkan jenazah pamannya dan para syuhada lainnya satu persatu saat menshalatkan para suhada hal yang pertama adalah mengangkat jasad nya Hamzah dan di letakannya di depan untuk di shalat kan lalu di bawa jasad yang lain dan di letakan dekat jasad hamzah dan menshaltkan nya setelah selesai lalu jasad itu di angkat sedangkan jenazah Sayyidina Hamzah tetap di tempat dan kemudian di bawa jasad yang lain dan seterusnya satu persatu namun jenazah Sayyidina Hamzah masih tetap di tempat sehingga bila di hitung Rasulullah S.A.W menshalatkan menjadi 70 kali karena Rasulullah S.A.W menshalat kan para syuhada perang uhud satu persatu sedangkan untuk Hamzah sebanyak 70 kali sebagai penghormatan dan tanda cinta nya terhadap pamannya yang telah mati syahid di medan perang
Demikian sepenggal  Kisah Hamzah bin Abdul Muththalib semoga bisa menjadi teladan bagi kita semua betapa hebatnya keimanan para sahabat Nabi Muhammad Saw yang salah satunya paman nya sendiri Hamzah bin Abdul Muththalib
Wallahu A'lam Bishawab




2016/06/19

sahabat nabi yang di jamin masuk surga

Sahabat Nabi Yang Di Jamin Masuk Surga

 
sahabat nabi yang di jamin masuk surga

sahabat nabi yang di jamin masuk surga
 Dari sekian banyak sahabat Nabi Muhammad Saw tercatat dalam sebuah hadist nama nama mereka sebagai orang yang hidupnya telah di jamin Allah Swt sebagai ahli surga karena keimanan mereka serta pengabdiannya terhadap islam yang luar biasa sahabat nabi yang di jamin masuk surga yang tercantum dalam hadist di bawah ini berjumlah 10 orang adapun hadistnya adalah sebagai berikutt yang artinya
 “Dari Abdurrahman bin ‘Auf, dia berkata: Rasulullah Saw bersabda: Abu Bakr di syurga, Umar di syurga, Utsman di syurga, Ali di syurga, Thalhah di syurga, Az Zubair di syurga, Abdurrahman bin ‘Auf di syurga, Sa’d di syurga, Sa’id di syurga, dan Abu Ubaidah ibnul Jarrah di syurga.” [HR At Tirmidzi (3747), hadits shahih.]
Namun sebelumnya saya ingin menjelaskan  apa depinisi sahabat nabi ? sahabat Nabi adalah orang yang pernah bertemu dengan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan beriman dan hingga wapat dalam keadaan  Islam apakah dia bergaul secara dekat dengan nabi atau pun tidak bergaul dengan Nabi baik dia meriwayatkan hadits atau pun tidak bagaimana jika dia buta seperti Abdullah bin Ummi Maktum maka tetap dia di katakan sahabat nabi karena pernah bertemu langsung dengan Nabi .Sebaliknya, orang yang pernah bertemu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan kafir dan tidak bertemu lagi dengan beliau setelah dia masuk Islam tidak digolongkan dalam kategori Sahabat.

Oke sahabat ku sekarang saya akan menjelaskan siapa saja sahabat nabi yang di jamin masuk surga
  1. Orang pertama yang termasuk sahabat yang di jamin masuk surga adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu'anhu (RA) tentulah karena beliau adalah orang yang pertama kali masuk islam di kalangan sahabat dan beliau pula yang tercatat dalam sejarah yang  menjadi khalifah pertama, setelah Nabi wafat. salah satu pengabdiannya ialah Abu Bakar lah  lah yang menemani Rasullulah Saw  saat  perjalanan hijrah dari Mekkah ke Madinah, suatu perjalanan yang penuh dengan risiko.serta bahaya
    ia as-sabiqunal awwalun" (orang yang pertama masuk islam) Tidak sulit baginya untuk mempercayai ajaran islam, karena ia tahu betul keagungan ahklak Rasulullah.).
    Abu Bakar as siddiq wafat dalam usia 63 tahun ( 13 hijriah ). Ia dimakamkan di Madinah bersebelahan dengan makam Rasulullah.adapun kisah lengkapnya sahabat bisa baca kisah Abu bakar As Siddiq
  2. Umar Bin Khattab Ra beliau adalah termasuk Khulafaur Rasyidin dan menjadi khalifah yang kedua setelah wafat nya Abu Bakar  RA beliau adalah pemimpin yang tegas dan tak pandang bulu dalam menegakan keadilan selama kepemimpinannya
    Umar bin Khattab lahir dari ibu bernama Hantamah binti Hasyim dari Bani Makhzum  dan Ayahnya bernama Khattab bin Nufail Al Shimh Al Quraisyi
    Nabi Muhammad SAW member gelar Al-Faruq yang artinya orang yang bisa memisahkan antara kebenaran dan kebatilan. Beliau juga di beri gelar sebagai Amirul Mukminin yang artinya Pemimpin Orang-Orang Beriman 
  3. Ustman bin Affan

    Ustman bin Affan RA adalah khalifah Islam ketiga. Pada saat kepemimpinan nya, ia berhasil mengumpulkan wahyu, dan menyusunnya dalam bentuk mushaf Al-Qur'an.
    Utsman bin Affan adalah sahabat nabi yang mempunyai sifat pemalu dan juga memiliki sifat yang dermawan di karenakan usman adalah  pedagang kaya raya dan ekonomi yang mapan Ia banyak memberikan bantuan ekonomi kepada umat Islam di awal dakwah Islam sebagai contoh Beliau mendermakan 1000 ekor unta dan 70 ekor kuda, ditambah 1000 dirham sumbangan pribadi untuk perang Tabuk, nilainya sama dengan sepertiga biaya ekspedisi tersebut.
    Pada masa pemerintahan Abu Bakar,Utsman juga pernah memberikan gandum yang diangkut dengan 1000 unta untuk membantu kaum miskin yang menderita di musim kering.

    Utsman bin Affan adalah sahabat Nabi dan menjadi  khalifah ketiga dalam Khulafaur Rasyidin yang memerintah dari tahun 644 (umur 69–70 tahun) hingga 656 (selama 11–12 tahun). Beliau juga termasuk 10 sahabat nabi yang di jamin masuk surga
    Usman bin Affan lahir pada 574 Masehi dari golongan Bani Umayyah. Nama ibunya adalah Arwa binti Kuriz bin Rabiah. ia masuk Islam termasuk golongan As-Sabiqun al-Awwalun (golongan yang pertama-tama masuk Islam).atas ajakan Abu Bakar As Siddiq Ra   Ia mendapat julukan Dzun Nurain yang berarti yang memiliki dua cahaya. Julukan ini didapat karena Utsman telah menikahi puteri kedua dan ketiga dari Rasullah  yaitu Ruqayah dan Ummu Kaltsum.
  4. Ali bin Abi Thalib

    Ali bin Abi Thalib RA dilahirkan di Makkah tahun 598 Masehi. Ali adalah orang yang pertama masuk Islam dan termasuk sepupu Nabi  .
    Ali juga  terkenal orang yang sangat berani, ahli siasat perang, dan cerdas. Pada saat peristiwa hijrah, 'Ali mempertaryhkan nyawanya dengan tidur diatas tempat tidur Nabi. Sehingga, para tentara Quraisy yang mengepung rumah Nabi, mengira Nabi masih berada di dalam rumah.
    'Ali wafat pada tahun 40 Hijriyah, setelah ditikam oleh Abdurrahman bin Muljam seorang Khawaarij  dengan pedang yang beracun setelah shalat shubuh. Ia meninggal dalam usia 63 tahun dan menjabat selama 4 tahun 9 bulan. Beliau di makamkan di Kufah, Irak.
  5. Thalhah bin Abdullah

    sahabat nabi yang di jamin masuk surga yang ke lima adalah Thalhah bin Abdullah dikenal sebagai salah satu konsultan Rasulullah. Ia berasal dari suku Quraisy.
    Pernahkah anda melihat sungai yang airnya mengalir terus menerus mengairi dataran dan lembah ? Begitulah Thalhah bin Ubaidillah. Ia adalah seorang dari kaum muslimin yang kaya raya, tapi pemurah dan dermawan. Istrinya bernama Su'da binti Auf. Pada suatu hari istrinya melihat Thalhah sedang murung dan duduk termenung sedih. Melihat keadaan suaminya, sang istri segera menanyakan penyebab kesedihannya dan Thalhah mejawab, " Uang yang ada di tanganku sekarang ini begitu banyak sehingga memusingkanku. Apa yang harus kulakukan ?" Maka istrinya berkata, "Uang yang ada ditanganmu itu bagi-bagikanlah kepada fakir-miskin." Maka dibagi-bagikannyalah seluruh uang yang ada ditangan Thalhah tanpa meninggalkan sepeserpun. Assaib bin Zaid berkata tentang Thalhah, katanya, "Aku berkawan dengan Thalhah baik dalam perjalanan maupun sewaktu bermukim. Aku melihat tidak ada seorangpun yang lebih dermawan dari dia terhadap kaum muslimin. Ia mendermakan uang, sandang dan pangannya." Jaabir bin Abdullah bertutur, " Aku tidak pernah melihat orang yang lebih dermawan dari Thalhah walaupun tanpa diminta." Oleh karena itu patutlah jika dia dijuluki "Thalhah si dermawan", "Thalhah si pengalir harta", "Thalhah kebaikan dan kebajikan"..
    Thalhah wafat pada 36 H atau 656 M. Ia syahid saat mengikuti perang Jamal.
  6. Zubeir bin Awwam

    Zubeir bin Awwam termasuk golongan yang pertama masuk Islam (as-sabiqun al-awwalun). Usianya saat itu baru berumur 15 tahun.
    Zubair merupakan keponakan dari ibunda Khadijah radhiallahu ‘anha, karena ayahnya adalah saudara laki-laki sang ummul mukminin. Adapun ibunya adalah bibi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Shafiyyah binti Abdul Muthalib..
     Ia sangat dicintai Rasulullah. Saat terjadi perseteruan di antara kaum muslimin, Zubeir tidak sedikitpun memihak yang berseteru. Ia malah berusaha menyatukannya.
    Zubair bin Awwam radhiallahu ‘anhu wafat pada bulan Rabiul Awal tahun 36 H. Saat itu beliau berusia 66 atau 67 tahun. Ia dibunuh oleh seorang yang bernama Amr bin Jurmuz. Kabar wafatnya Zubair membawa duka yang mendalam bagi amirul mukminin Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, ia mengatakan, “Nerakalah bagi pembunuh putra Shafiyyah ini.”
  7. Sa'ad bin Abi Waqqas

    Sa'ad bin Abi Waqqas memeluk Islam saat berusia 17 tahun. Ia sangat mahir menunggang kuda dan memanah. Jika ia memanah musuh dalam sebuah peperangan pastilah tepat sasarannya. Hampir seluruh peperangan ia ikuti.
    Saat awal memeluk Islam, ibunya mengancam untuk mogok makan dan minum. Dengan harapan, Sa'ad kembali ke ajaran nenek moyang. Namun, hampir sang ibu menemui ajalnya, ancaman itu tetap tidak dihiraukan oleh Sa'ad. Ia tidak menjual keyakinannya dengan apapun, sekalipun dengan nyawa ibunya.
    Saat periode khalifah Umar bin Khatab, Sa'ad diangkat sebagai gubernur mileter di Iraq yang bertugas mengatur pemerintahan dan sebagai panglima tentara.
    Sa'ad wafat pada usia 70 tahun (55H atau 676M). Ia di makamkan di tanah Baqi'
  8. Sa'id bin Zaid

    Sa'id bin Zaid al Adawy RA adalah salah satu sahabat Rasulullah yang memeluk Islam dimasa-masa awal. Ia memeluk Islam bersama istrinya, Fathimah binti Khattab, adik dari Umar bin Khattab. Sejak masa remajanya di masa jahiliyah, ia tidak pernah mengikuti perbuatan-perbuatan yang umumnya dilakukan oleh kaum Quraisy, seperti menyembah berhala, bermain judi, minum minuman keras, main wanita dan perbuatan nista lainnya. Sikap dan pandangan hidupnyaini ternyata diwarisi dari ayahnya, Zaid bin Amru bin Naufal..
    Ia wafat dalam usia 70 tahun (51H atau 671M) dan di makamkan di Baqi' Madinah.
  9.  Abdurrahman bin 'Auf

    Abdurrahman bin 'Auf termasuk tujuh orang yang pertama masuk Islam. Ia termasuk diantara sahabat Nabi yang mempunyai harta melimpah yang didapatkan dengan perniagaan.
    Kesuksesannya tidak membuat ia lupa diri, ia selalu menafkahkan hartanya dijalan Allah. Bahkan saat ia diberitakan Rasulullah bahwa dirinya dijamin masuk surga, semangat sedekahnya makin membara. Tak kurang dari 40.000 dirham perak, 40.000 dirham emas, 500 kuda perang, dan 1.500 ekor unta ia sumbangkan untuk perjuangan Islam.Abdurrahman sempat berhijrah ke Habsyah sebanyak 2 kali. Ia wafat pada umur 72 tahun(32H atau 652M) di Baqi'
  10. Abu 'Ubaidah bin Jarrah
     sahabat nabi yang di jamin masuk surga yang terakhir adalah Abu 'Ubaidah bin Jarrah Nama lengkapnya Amir bin Abdullah bin Jarrah Al-Fihry Al-Quraiys, namun lebih dikenal dengan Abu Ubaidah bin Jarrah. Wajahnya selalu berseri, matanya bersinar,
    Rasulullah pernah memberikan pernyataan tentang Abu 'Ubaidah. "Sesungguhnya setiap umat mempunyai orang kepercayaan, dan sesungguhnya kepercayaan umat ini adalah Abu 'Ubaidah," begitu kata Rasulullah. Abu 'Ubaidah orang yang amanah dan jujur dalam berperilaku.
    Abu Ubaidah masuk Islam melalui perantara Abu Bakar Ash-Shiddik pada awal kerasulan nabi Muhammad SAW. Ia beberapa kali dipercaya Rasul memimpin peperangan. Ia wafat pada tahun 18H atau 639M.
Demikian penjelasan mengenai  sahabat nabi yang di jamin masuk surga semoga artikel islami kali ini menambah wawasan keilmuan kita tentang Islam sebagai agama yang kita cintai ini dan agama satu satunya yang di ridhai Nya dan menambah kecintaan kita bukan saja kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallamtapi juga kepada para sahabatnya yang telah berjasa di dalam islam m sekian dari saya sob terima kasih atas kunjungannya wassalam
wallahu a'lam bishawab




    2016/05/27

    biografi usman bin affan

    Biografi Dan Kisah Usman Bin Affan

    biografi usman bin affan
    biografi usman bin affan


    Utsman bin Affan Ra sahabat Muslim ! siapa yang tak kenal dengan sahabat Nabi  yang satu ini seorang yang kaya namun dermawan sebagai contoh kedermawanan nya pernah Beliau mendermakan 1000 ekor unta dan 70 ekor kuda, ditambah 1000 dirham  untuk perang Tabuk, nilainya sama dengan sepertiga biaya ekspedisi waktu itu,.bukan hanya itu Pada masa pemerintahan Abu Bakar,Utsman juga pernah memberikan gandum yang diangkut dengan 1000 unta untuk membantu kaum miskin yang menderita di musim kering. bayangkan sahabat muslim 1000 unta untuk mengangkat gandum berapa besar jumlah gandum yang beliau sumbang kan, subhanallah semoga Allah Meridhainya. bahkan tercatat dalam sejarah sampai sekarang beliau memiliki sebuah rekening bank yang tercatat atas namanya yang sampai sekarang masih ada dan di kelola oleh pemerintah Arab saudi namun untuk hal ini mungkin dalam kesempatan lain saya akan membahasnya itulah sebagai tanda bukti kedermawanan beliau belum lagi yang lainnya yang. tidak mungkin saya catat satu persatu .satu lagi kehebatan beliau adalah malaikat merasa malu jika bertemu dengan beliau Seperti yang tertera dalam hadis berikut ini

    Diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Aisyah bertanya kepada Rasulullah , "Abu Bakar masuk tapi engkau biasa saja dan tidak memberi perhatian khusus, lalu Umar masuk engkau pun biasa saja dan tidak memberi perhatian khusus. Akan tetapi ketika Utsman masuk engkau terus duduk dan membetulkan pakaian, mengapa?" Rasullullah menjawab, “Apakah aku tidak malu terhadap orang yang malaikat saja malu kepadanya?”


    Biografi Utsman bin Affan

    Utsman bin Affan adalah menjadi khalifah ketiga menggantikan Abu Bakar As Siddiq Ra setelah abu bakar wafat yang memerintah dari tahun 644 (umur 69–70 tahun) hingga 656 (selama 11–12 tahun). Beliau juga tercatat sebagai 10 sahabat nabi yang di jamin masuk surga 

    • Lahir : Tahun 574 Masehi
    • Golongan : Bani Umayyah
    • Ibu : Arwa binti Kuriz bin Rabiah
    • Masuk Islam : Atas ajakan Abu Bakar dan termasuk golongan As-Sabiqun al-Awwalun (golongan yang pertama-tama masuk Islam).
    • Wafat : Jumat 18 Dzulhijjah 35 H / 17 Juli 656 M
    • Makam : Kuburan Baqi Madinah

    Usman bin Affan lahir pada 574 Masehi dari golongan Bani Umayyah. Nama ibunya adalah Arwa binti Kuriz bin Rabiah. ia masuk Islam termasuk golongan As-Sabiqun al-Awwalun (golongan yang pertama-tama masuk Islam). atas ajakan Abu Bakar As Siddiq Ra Ia mendapat julukan Dzun Nurain yang berarti yang memiliki dua cahaya. Julukan ini didapat karena Utsman telah menikahi putri kedua dan ketiga dari Rasullah yaitu Ruqayah dan Ummu Kaltsum.


    Hijrah Nya Usman Bin Affan

    saat tekanan kaum Quraisy semakin meningkat terhadap orang yang memeluk islam  maka Rasullulah Saw memerintahkan hijrah dari mekkah dan para pengikut nabi pun segera hijrah begitu pula dengan Utsman bersama istri dan kaum muslimin lainnya memenuhi seruan tersebut dan hijrah ke Habasyiahi( Ethopia) hingga tekanan dari kaum Quraisy reda. Ikut juga bersama beliau para sahabat Nabi yang lainnya . tak lama kemudian ada perintah hijrah ke Madinah dari  Nabi Saw. Maka dengan tidak berfikir panjang lagi beliau  memenuhi panggilan Allah dan Rasul-Nya. Beliau Hijrah bersama-sama dengan kaum Muhajirin lainya.

    Pada peristiwa Hudaibiyah, Utsman dikirim oleh Rasullah untuk menemui Abu Sofyan di Mekkah. Utsman diperintahkan Nabi untuk menegaskan bahwa rombongan dari Madinah hanya akan beribadah di Ka’bah, lalu segera kembali ke Madinah, bukan untuk memerangi penduduk Mekkah.

    Suasana sempat tegang ketika Utsman tak kenjung kembali. Kaum muslimin sampai membuat ikrar Rizwan – bersiap untuk mati bersama untuk menyelamatkan Utsman. Namun pertumpahan darah akhirnya tidak terjadi. Abu Sofyan lalu mengutus Suhail bin Amir untuk berunding dengan Nabi Muhammad SAW. Hasil perundingan dikenal dengan nama Perjanjian Hudaibiyah.


    Menjadi Khalifah

    Sebelum Umar bin khatab Ra Wafat beliau memilih 6 orang untuk di jadikan calin penggantinya dan setelah beliau wafat maka mereka bermusyawarah hingga terpilih lah Utsman bin Affan  Keenam anggota panitia itu ialah Ali bin Abi Thalib, Utsman bin Affan, Abdurahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqas, Zubair bin Awwam dan Thalhah bin Ubaidillah.

    Tiga hari setelah Umar bin khatab wafat, bersidanglah panitia enam ini. Abdurrahman bin Auff memulai pembicaraan dengan mengatakan siapa diantara mereka yang bersedia mengundurkan diri. Ia lalu menyatakan dirinya mundur dari pencalonan. Tiga orang lainnya menyusul. Tinggallah Utsman dan Ali. Abdurrahman ditunjuk menjadi penentu. Ia lalu menemui banyak orang meminta pendapat mereka. Namun pendapat masyarakat pun terbelah.

    sebagian besar warga memang cenderung memilih Utsman. Sedangpun memutuskan Ustman sebagai khalifah. Ali sempat protes. Abdurrahman adalah ipar Ustman. Mereka sama-sama keluarga Umayah. Sedangkan Ali, sebagaimana Muhammad, adalah keluarga Hasyim. Sejak lama kedua keluarga itu bersaing. Namun Abdurrahman meyakinkan Ali bahwa keputusannya adalah murni dari nurani. Ali kemudian menerima keputusan itu.

    Masa kekhalifahan nya merupakan masa yang paling makmur dan sejahtera. sehingga  rakyatnya bisa haji berkali-kali. Bahkan seorang budak dijual sesuai berdasarkan berat timbangannya.

    Beliau adalah khalifah pertama yang melakukan perluasan masjid al-Haram (Mekkah) dan masjid Nabawi (Madinah) karena semakin ramai umat Islam yang menjalankan rukun Islam kelima (haji). Beliau mencetuskan ide polisi keamanan bagi rakyatnya, membuat bangunan khusus untuk mahkamah dan mengadili perkara. Hal ini belum pernah dilakukan oleh khalifah sebelumnya. Abu Bakar dan Umar bin Khotob biasanya mengadili suatu perkara di masjid.

    Saat diangkat menjadi khalifah Usman telah berusia 70 tahun, namun demikian usaha dan jasa-jasanya selama menjadi khalifah sangat besar sekali bagi umat Islam khususnya yang menyangkut usaha pembukuan Al quran menjadi satu mushaf.

    Pada masa pemerintahannya, banyak terjadi perbedaan di kalangan umat Islam mengenai bacaan Al Quran. Melihat kondisi seperti ini, khalifah kemudian membentuk suatu panitia khusus yang bertugas membukukan Al Quran menjadi satu mushaf yang sama ejaan maupun bahasanya. Yang termasuk panitia ini adalah Zaid bin Tsabit sebagai ketua dibantu oleh Abdullah bin Zubair, Sa’ad bin Ash, dan Abdur Rahman bin Haris bin Hisyam.

    Kepada panitia khalifah Usman berpesan agar berpedoman kepada hafalan para sahabat penghafal Al Quran dan jika terjadi perbedaan dalam dialek, maka dikembalikan kepada bahasa atau dialek Quraisy karena Al Quran diturunkan dengan dialek suku Quraisy. Panitia menyusun sebanyak lima buah, masing-masing dikirim ke beberapa daerah seperti: Syam, Kufah, Basrah, dan Mesir. Sedangkan yang satu tetap berada di Madinah untuk khalifah sendiri yang disebut Mushaf Al Imam.

    Di samping usaha pembukuan Al Quran tersebut, khalifah Usman juga melakukan usaha perluasan daerah kekuasaan Islam, sehingga pada saat itu Islam telah mencapai Afrika (Tunisia, Sudan, Tripoli Barat) dan daerah Armenia.Khalifah Usman menghadapi pemberontakan dari beberapa golongan diantaranya adalah dari Khufah dan Basrah, demikian jugu dari Abdullah bin Abu Bakar. Khalifah dikepung oleh para pemberontak selama 40 hari lamanya, sampai akhirnya beliau dibunuh oleh para pemberontak (Abdullah bin Saba’) pada tahun 35 H.

    Wafatnya Utsman

    Pada mulanya pemerintahan Khalifah Utsman berjalan lancar. Hanya saja seorang Gubernur Kufah, yang bernama Mughirah bin Syu’bah dipecat oleh Khalifah Utsman dan diganti oleh Sa’ad bin Abi Waqqas, atas dasar wasiat khalifah Umar bin Khatab.

    Kemudian beliau memecat pula sebagian pejabat tinggi dan pembesar yang kurang baik, untuk mempermudah pengaturan, lowongan kursi para pejabat dan pembesar itu diisi dan diganti dengan famili-famili beliau yang kredibel (mempunyai kemampuan) dalam bidang tersebut.

    Tindakan beliau mengundang protes dari orang-orang yang dipecat, maka datanglah gerombolan yang dipimpim oleh Abdulah bin Saba’ yang menuntut agar pejabat-pejabat dan para pembesar yang diangkat oleh Khalifah Utsman ini dipecat pula. Usulan-usulan Abdullah bin Saba’ ini ditolak oleh khalifah Utsman. Pada masa kekhalifan Utsman bin Affan-lah aliran Syiah lahir dan Abdullah Bin Saba’ disebut sebagai pencetus aliran Syi’ah tersebut.

    Karena merasa sakit hati, Abdullah bin Saba’ kemudian membuat propoganda yang hebat dalam bentuk semboyan anti Bani Umayah, termasuk Utsman bin Affan. Seterusnya penduduk setempat banyak yang termakan hasutan Abdullah bin Saba’. Sebagai akibatnya, datanglah sejumlah besar (ribuan) penduduk daerah ke madinah yang menuntut kepada Khalifah, tuntutan dari banyak daerah ini tidak dikabulkan oleh khalifah, kecuali tuntutan dari Mesir, yaitu agar Utsman memecat Gubernur Mesir, Abdullah bin Abi Sarah, dan menggantinya dengan Muhammad bin Abi Bakar.

    Karena tuntutan orang mesir itu telah dikabulkan oleh khalifah, maka mereka kembali ke mesir, tetapi sebelum mereka kembali ke mesir, mereka bertemu dengan seseorang yang ternyata diketahui membawa surat yang mengatasnamakan Utsman bin Affan. Isinya adalah perintah agar Gubernur Mesir yang lama yaitu Abdulah bin Abi sarah membunuh Gubernur Muhammad Abi Bakar (Gubernur baru) Karena itu, mereka kembali lagi ke madinah untuk meminta tekad akan membunuh Khalifah karena merasa dipermainkan.

    Setelah surat diperiksa, terungkap bahwa yang membuat surat itu adalah Marwan bin Hakam. Tetapi mereka melakukan pengepungan terhadap khalifah dan menuntut dua hal :

    1. Supaya Marwan bin Hakam di qishas (hukuman bunuh karena membunuh orang).

    2. Supaya Khalifah Utsman meletakan jabatan sebagai Khalifah.

    Kedua tuntutan yang pertama, karena Marwan baru berencana membunuh dan belum benar-benar membunuh. Sedangkan tuntutan kedua, beliau berpegang pada pesan Rasullulah SAW; “Bahwasanya engkau Utsman akan mengenakan baju kebesaran. Apabila engkau telah mengenakan baju itu, janganlah engkau lepaskan”

    Setelah mengetahui bahwa khalifah Utsman tidak mau mengabulkan tuntutan mereka, maka mereka lanjutkan pengepungan atas beliau sampai empat puluh hari. Situasi dari hari kehari semakin memburuk. Rumah beliau dijaga ketat oleh sahabat-sahabat beliau, Ali bin Thalib, Zubair bin Awwam, Muhammad bin Thalhah, Hasan dan Husein bin Ali bin Abu Thalib.

    mereka mencoba memasuki rumah Utsman bin Affan. Istri Utsman kemudian mencoba untuk menampakkan rambutnya kepada mereka, dengan harapan jika melihat rambutnya yang terbuka, mereka pun tidak akan masuk. Akan tetapi Utsman bin Affan melarangnya.

    Para pengacau kemudian masuk menemui Utsman yang sedang membaca Al-Qur'an dan ketika itu sedang berpuasa. Ia membaca firman Allah SWT dari Surah Al-Baqarah, "Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". [QS Al-Baqarah : 137]

    Salah seorang pengacau tersebut kemudian masuk dan memukul Utsman bin Affan dengan pedangnya. Pukulan tersebut mengenai tangannya hingga putus. Utsman bin Affan kemudian berkata. "Allahu Akbar! Sesungguhnya, kamu tahu bahwa tangan ini telah menuliskan wahyu untuk Rasulullah SAW".

    Kemudian datanglah Sayyidah Nailah, istrinya, bermaksud untuk membelanya. Tetapi mereka malah memotong jari-jarinya. Kemudian datanglah seorang laki-laki dan memukul Utsman bin Affan dengan potongan besi tepat mengenai bagian atas bahunya. Utsman lantas berkata, "Ya, Allah segala puji bagi-Mu". Utsman kemudian menutup Mushaf Al-Quran yang terlumuri dengan darahnya.

    Utsman kemudian berkata lagi, "Ya Allah. wahai Zat yang memiliki kemuliaan, Aku bersaksi kepada-Mu bahwa aku telah bersikap sabar sebagaimana Nabi-Mu telah berwasiat kepadaku".

    Utsman bin Affan kemudian terbunuh pada hari Jumat tanggal 18 Dzulhijjah. Ia dikubur di Pekuburan Baqi'. Lalu Ali bin Abi Thalib berdiri di atas makamnya seraya menangis dan berkata. "Aku mohon kepada Allah agar aku dan kamu termasuk dalam golongan yang di firmankan Allah, "Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara'. [QS Al-Hijr : 47]

    Demikian Biografi usman bin affan semoga menambah wawasan kita akan islam hingga menambah ke imanan kita kepada Allah Swt dan semakin mencintai para sahabat Nabi yang di rahmati Allah

    Wallahu A’lam.



    Pustaka :

    http://dear.to/abusalma : Maktabah Abu Salma al-Atsari; Pokok-pokok Kesesatan Syi’ah

    http://ebook-paktani.tk : Kisah Khulafaur Rasyidin

    http://masjidalkhoir.wordpress.com/2008/01/18/kisah-kisah-sahabat-nabi/ : Utsman bin Affan

    2016/05/26

    Kisah Umar Bin Khattab RA

    Kisah Umar Bin Khattab RA

    kisah umar bin khattab

    Kisah Umar Bin Khattab

    kisah umar bin khattab - Matanya tajam tubuhnya  tinggi dan kekar berkumis lebat, jalannya cepat, suaranya besar berwibawa menggambarkan pribadi yang kuat  dia lah Amirul Mukminin Umar bin Khattab Radhiallahu ‘anhu  mempunyai pribadi yang tegas sangat di segani oleh musuh maupun kawan nya. Di masa jahiliyah beliau tak ubahnya kebanyakan orang seorang pemabuk berat Umar juga pernah  membunuh putrinya dengan cara menguburnya hidup hidup di padang pasir sebagai sebuah tradis arab yang teramat jahiliyah serta ikut membenci orang orang yang masuk islam bahkan ikut medholimi dengan menyiksa kaum muslim yang lemah , namun siapa di sangka orang yang begitu membenci islam bahkan hendak membunuh Nabi Saw bisa masuk islam mungkin inilah yang di sebut dengan hidayah semata mata hanya milik Allah Swt semata
    Umar bin Khattab lahir dari ibu bernama Hantamah binti Hasyim dari Bani Makhzum  dan Ayahnya bernama Khattab bin Nufail Al Shimh Al Quraisyi

    Umar bin Khattab Radhiallahu ‘anhu adalah khalifah kedua setelah Abu Bakar Ra yang juga termasuk sahabat Nabi Muhammad saw  dia adalah pemimpin yang tegas dan tak pandang bulu dalam menegakkan keadilan selama kepemimpinan nya

    Nabi Muhammad SAW yang memberi nya gelar Al-Faruq yang artinya orang yang bisa memisahkan antara kebenaran dan kebatilan. Beliau juga di beri gelar sebagai Amirul Mukminin yang artinya Pemimpin Orang-Orang Beriman

    Masuknya Umar Bin Khattab


    Masuknya Umar Bin Khattab memang di luar dugaan orang termasuk tokoh tokoh quraisy yang mendukungnya untuk menentang islam . bahkan sejarah mencatat bahwa masuknya islam Umar Bin Khattab justru di karenakan hendak membunuh Nabi Muhammad SAW namun saat dalam perjalanannya ia bertemu dengan salah seorang pengikut Nabi Muhammad SAW bernama Nu'aim bin Abdullah yang kemudian memberinya kabar bahwa saudara perempuan Umar telah memeluk Islam, ajaran yang justru di benci nya  Karena berita itu, Umar pun  terkejut dan memutuskan untuk kembali serta pulang ke rumahnya dengan maksud untuk memarahi  adiknya, dan sesampainya di rumah dia dapati adiknya  saudarinya itu sedang membaca Al Qur'an surat Thoha ayat 1-8, maka Umar pun semakin marah akan hal tersebut hingga  memukul saudarinya sampai berdarah namun tak lama kemudian pada saat melihat darah hati Umar terasa luluh dan iba kemudian umar meminta agar bacaan tersebut dapat ia lihat, namun saat membaca nya itulah Umar menjadi terguncang oleh apa yang ia baca
    Dan berikut ini adalah kronologisnya tentang keadaan Umar saat kembali pulang untuk menemui adiknya

    Dengan terburu-buru Umar pergi hingga tiba di rumah adik perempuannya dan iparnya, yang saat itu ada pula Khabbab bin al-Art, sedang menghadapi shahifah berisi surat Thaha, dia membacakan ini di hadapan mereka berdua. Tatkala Khabbab mendengar kedatangan Umar, dia menyingkir ke bagian belakang ruangan, sedangkan fathimah menyembunyikan Shahifah Al-Qur’an. Namun setelah di dekatinya adiknya tadi, Umar tadinya sempat  mendengar bacaan khabbab di hadapan adik dan iparnya.
    “apa suara bisik-bisik yang sempat kudengar dari kalian tadi?”
    Hanya sekedar obrolan diantara kami,” jawab keduanya.
    “kupikir kalian sudah keluar dari agama” kata Umar.
    “wahai Umar,” kata adik Iparnya,” apa pendapat mu jika kebenaran ada dalam agama selain agamamu?”
    Seketika Umar melompat kearah adik Iparnya dan menginjak nya keras-keras. Adiknya mendekat untuk menolong suaminya dan mengangkat badan nya. Namun Umar menonjok fathimah hingga wajahnya berdarah.

    “wahai Umar,”kata fathimah dengan berang, “jika memang kebenaran ada di selain agamamu, maka bersaksilah bahwa tiada Ilah selain Allah dan bersaksilah bahwa Muhammad itu adalah Rasul Allah.”
    Umar mulai merasa putus asa. Dia lihat darah meleleh dari wajah adiknya. Maka ia menyesal dan malu atas perbuatannya.
    “berikan al-Kitab yang tadi kalian baca!” kata Umar
    Adiknya menjawab,” engkau adalah najis. Al-Kitab Ini tidak boleh disentuh kecuali orang-orang yang suci. Bangunlah dan mandilah jika mau!”
    Maka Umar mandi, setelah itu memegangi al-kitab. Dia mulai membaca isinya, “Bismillahir-Rahmani-Rahim.” Lalu dia berkata,” nama-nama yang bagus dan suci. “kemudian ia membaca, Thaha, “ hingga berhenti pada firman Allah
    “Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku” (QS. Thaha : 14)
    “alangkah indah dan mulianya kalam ini! Tunjukan di mana Muhammad berada saat ini?”
    Mendengar ucapan tersebut, Khabab bin Art keluar dari balik rumah, seraya berkata: “Bergembiralah wahai Umar, saya berharap bahwa doa Rasulullah SAW pada malam Kamis lalu adalah untukmu, beliau SAW berdoa :
    “Ya Allah, muliakanlah Islam dengan salah seorang dari dua orang yang lebih Engkau cintai; Umar bin Khattab atau Abu Jahal bin Hisyam”. Rasulullah SAW sekarang berada di sebuah rumah di kaki bukit Shafa”.
    Umar bergegas menuju rumah tersebut seraya membawa pedangnya. Tiba di sana dia mengetuk pintu. Seseorang yang ber-ada di dalamnya, berupaya mengintipnya lewat celah pintu, dilihatnya Umar bin Khattab datang dengan garang bersama pedangnya. Segera dia beritahu Rasulullah SAW, dan merekapun berkumpul. Hamzah bertanya:
    “Ada apa ?”. “Umar” Jawab mereka. “Umar ?!, bukakan pintu untuknya, jika dia datang membawa kebaikan, kita sambut. Tapi jika dia datang membawa keburukan, kita bunuh dia dengan pedangnya sendiri”.
    Rasulullah SAW memberi isyarat agar Hamzah menemui Umar. Lalu Hamzah segera menemui Umar, dan membawanya menemui Rasulullah SAW. Kemudian Rasulullah SAW memegang baju dan gagang pedangnya, lalu ditariknya dengan keras, seraya berkata :
    “Engkau wahai Umar, akankah engkau terus begini hingga kehinaan dan adzab Allah diturunakan kepadamu sebagaimana yang dialami oleh Walid bin Mughirah ?, Ya Allah inilah Umar bin Khattab, Ya Allah, kokohkanlah Islam dengan Umar bin Khattab”.
    Maka berkatalah Umar : “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang disembah selain Allah, dan Engkau adalah Rasulullah . Kesaksian Umar tersebut disambut gema takbir oleh orang-orang yang berada di dalam rumah saat itu, hingga suaranya terdengar ke Masjidil-Haram.
    Masuk Islamnya Umar menimbulkan kegemparan di kalangan orang-orang musyrik, sebaliknya disambut suka cita oleh kaum muslimin
    'Umar radhiallaahu 'anhu merupakan sosok yang memiliki rasa harga diri yang tinggi dan keinginan yang tidak boleh dihalang-halangi; oleh karena itulah, keislamannya menimbulkan goncangan luar biasa di kalangan kaum Musyrikun dan membuat mereka semakin terhina dan patah arang sementara bagi kaum Muslimin, hal itu menambah 'izzah, kemuliaan dan kegembiraan.



    Menjadi kalifah
    sebelum wafatnya Abu Bakar  beliau menulis wasiat di mana dalam isi wasiat itu bahwa yang kan menggantikannya ialah Umar Bin Khattab dan setelah wafat Umar pun di angkat jadi khalifah Hal ini tidak menimbulkan pertentangan berarti di kalangan umat islam saat itu karena umat Muslim sangat mengenal Umar sebagai orang yang paling dekat dan paling setia membela ajaran Islam mungkin hanya seabagian kecil saja yang menentang namun itu tidaklah berarti, Umar memerintah selama sepuluh tahun dari tahun 634 hingga 644.di jaman Umar umat islam mulai melaju pesat islam menyebar ke jajirah Arab perluasan nya yang pertama adalah Damaskus ibu kota nya Syiria setelah itu melaju ke Mesir di bawah pimpinan 'Amr bin 'Ash dan ke Irak di bawah pimpinan Sa'ad bin Abi Waqqash., Iskandariah  ibu kota Mesir, ditaklukkan tahun 641 Msetelah itu dilanjutkan ke ibu kota Persia, al-Madain  Dengan demikian, pada masa kepemimpinan Umar Radhiallahu ‘anhu, wilayah kekuasaan Islam sudah meliputi Jazirah Arabia, Palestina, Syria, sebagian besar wilayah Persia, dan Mesir dengan semakin luasnya wilayah kekuasaan islam maka umar pun mengatur administrasi negara dengan membagi menjadi 8 wilayah provinsi yaitu Makkah, Madinah, Syria, Jazirah Basrah, Kufah, Palestina, dan Mesir.di masa umar pula sistem pemerintahan di buat sedemikian rupa seperti  sistem pembayaran gaji pegawai di berlakukan lembaga pengadilan di dirikan  jawatan kepolisian dibentuk. Demikian pula jawatan pekerjaan umum. Umar juga mendirikan Bait al-Mal,  dan membuat tahun hijiah.Di masa Amirul Mukminin rakyatnya makmur dan bahagia

    Keistimewaan Umar
    Kata katanya banyak di abadikan dalam Al Quran serta ada pendapatnya yang menjadi sebab turun nya wahyu  diantaranya
    1. beliau pernah berpendapat agar istri istri Nabi memakai hijab saat menerima tamu maka tak selang lama kemudian turunlah ayat tentang wajibnya hijab 
    2. Umar juga pernah meminta untuk bisa shalat di makam ibrahim namun  Nabi Menjawab “Belum diperntahkan”. Hari itu juga turun wahyu yang membolehkan salat di makam Ibrahim.
    3. tentang  fitnah yang pernah terjadi pada  Ummul Mukminin Aisyah Ra? juga ditulis di dalam Al Quran. Aisyah Ra Ummul Mukminin pernah mendapati kehidupan yang sulit ketika beliau dituduh berbuat serong. Suatu tuduhan yang tidak bertanggung jawab. Ketika Nabi SAW berbincang dengan Umar bin Khattab, Umar berkata “Yaa Rasulullah, siapa yang menikahkan engkau? Bukankah Allah.” Rasul mengatakan “Allah”. “Apakah engkau menduga Yaa Rasulullah, Allah Ta’ala memasukkan wanita yang tidak baik dalam kehidupanmu. Kemudian Umar berkata “Subhaanaka haadzaa buhtaanun ‘adziim (Maha Suci Engkau (Ya Tuhan kami), ini adalah dusta yang besar.” Artinya tuduhan yang menuduh Ummul Mukminin Aisyah adalah suatu dusta yang besar.  
      Kalimat  Subhaanaka haadzaa buhtaanun ‘adziim (Maha Suci Engkau (Ya Tuhan kami), ini adalah dusta yang besar? adalah kalimat yang berasal dari Umar Ra yang disampaikan kepada Rasulullah SAW dimana Umar Ra adalah orang yakin betul bahwa Aisyah Ra adalah wanita yang suci seperti yang diyakini Umar    Dan Allah menurunkan surat An Nur yang menyatakan Ummul Mukminin Aisyah adalah wanita yang suci. 
    4. tentang larangan khamar dls
    Keistimewaan lainya atau sering di sebut  kharamah  ialah
      1. satu hari beliau sedang berkhutbah tiba tiba di tengah khutbah beliau berkata dengan keras Hai Pasukan Muslimin, Hai Sariyah, berlindunglah ke gunung. Barangsiapa menyuruh srigala untuk menggembalakan kambing, maka ia telah berlaku zalim!” tentu saja orang yang hadir saat itu menjadi kebingungan tak tahu maksud apa yang di katakan Umar Ra namun kejadian itu di ketahui oleh para hadirin yang hadir di mimbarnya umar setelah pasukan yang di tugaskan di Persia tiba di Madinah dan menceritakan saat peperangan kaum muslim yang dipimpin Sariyah bin Zanim al-Khalji terdesak dan terdengar olehnya teriakan Umar seperti saat umar sedang berkhutbah padahal jaraknya sangat jauh bahkan bukan hanya suara sosok umar pun terlihat oleh kaum muslim menyuruh kaum muslim pergi ke gunung 
      2. Dalam kitab al-Syamil, Imain al-Haramain menceritakan Karamah ‘ suatu waktu pernah terjadi gempa bumi  ‘Umar malah mengucapkan pujian dan sanjungan kepada Allah, padahal bumi bergoncang begitu menakutkan. Kemudian `Umar memukul bumi dengan kantong tempat susu sambil berkata, “Tenanglah kau bumi, bukankah aku telah berlaku adil kepadamu.” seketika itu pula  Bumi kembali tenang

      Wafatnya


      Umar bin Khattab wafat karena dibunuh oleh Abu Lukluk (Fairuz) seorang budak yang fanatik pada saat ia akan memimpin shalat Subuh.dia di tikam oleh  Fairuz dia adalah orang Persia yang berpura pura masuk Islam setelah Persia ditaklukkan Umar.  Pembunuhan ini di latar belakangi dendam pribadi Abu Lukluk (Fairuz) terhadap Umar karena sakit hati atas kekalahan Persia, Peristiwa ini terjadi pada hari Rabu, 25 Dzulhijjah 23 H/644 M
       Setelah belia wafat, jabatan khalifah kemudian diteruskan oleh salah satu sahabat Rasulullah SAW yaitu Usman bin Affan.
      Demikian penjelasan singkat tentang kisah umar bin khattab  semoga bermanfaat jika ada kesalahan silahkan berkomentar di kolom komentar untuk perbaikan